Muhammad Natsir lahir di Alahan panjang,Lembah Gumanti,Kabupaten solok Sumatera Barat, 17 Juli 1908 – meninggal di Jakarta, 6 Februari 1993 pada umur 84 tahun. Beliau adalah seorang ulama, politisi, dan pejuang kemerdekaan Indonesia.
Saya terinspirasi untuk menjadi orang yang sederhana karena Sosok sederhana Mohammad Natsir. Sosoknya menjadi teladan sepanjang zaman. Mohammad Natsir menjabat menteri penerangan tahun 1946 dan perdana menteri Indonesia tahun 1950-1951.
Saya ingin kesederhanaan menghiasi hidup saya seperti halnya ketika Mohammad Natsir pernah ditawarkan sebuah mobil mewah tetapi beliau dengan halus menolak mobil pemberian tersebut.bukan hanya mobil, keluarga Natsir pun kesulitan membeli rumah. Saat menjadi menteri bertahun-tahun mereka harus menumpang hidup di paviliun sahabat Mohammad Natsir, Prawoto Mangkusaswito seorang yang mempunyai nama di yayasan Al Azhar, di kampung Bali, Tanah Abang. Ketika pemerintah RI pindah ke Yogyakarta,Mohammad Nasir menumpang di paviliun milik keluarga Agus Salim. Baru tahun 1946 akhir, pemerintah kemudian memberikan rumah dinas untuk Natsir. Inilah untuk pertama kalinya keluarga Natsir tidak perlu menumpang lagi. Rumah itu berada di Jl Jawa, Jakarta Pusat.
Kesederhanaan Mohammad Natsir tercermin dalam berbagai hal.ia hanya mempunyai kemeja lusuh sebanyak dua helai, jasnya yang bertambal dan sikapnya yang santun. Para pegawai kementerian penerangan pernah urunan membelikan Natsir kemeja baru. Hal itu dilakukan agar Mohammad Natsir tampak pantas sebagai menteri.Moh Natsir memang teladan menteri yang langka untuk ditemui saat ini.
Kekurangan saya adalah dalam bidang organisasi, saya ingin agar teladan Mohammad Natsir dalam berorganisasi dapat terlihat didalam diri saya. Moh Natsir merupakan seorang yang aktif beroerganisasi Mohammad Natsir banyak bergaul dengan pemikir-pemikir Islam, seperti Agus salim, sepanjang pertengahan 1930-an, ia serta Salim selalu bertukar pikiran perihal kaitan Islam dengan negara demi masa depan pemerintahan Indonesia yang di pimpin Soekarno. Pada 20 Oktober 1934, Natsir menikah dengan Nurnahar di Bandung. Dari pernikahan itu, Natsir dikaruniai enam anak. Natsir juga di ketahui banyak menguasai bahasa asing, seperti Inggris, Belanda, Perancis, Jerman, Arab, serta Spanyol. Natsir juga mempunyai kesamaan hoby serta mempunyai kedekatan dengan Douwes Dekker, yaitu bermain musik.Moh Natsir sangat menyukai memainkan biola serta Dekker yang menyukai bermain gitar. Mohammad Natsir juga kerap bicara dengan menggunakan bahasa Belanda dengan Dekker serta kerap mengulas musik sekelas Ludwig van Beethoven serta novel sekelas Boris Leonidovich Pasternak, novelis kenamaan Rusia pada saat itu. Kedekatannya dengan Dekker, mengakibatkan Dekker ingin masuk Masyumi. Ide-ide Natsir dengan Dekker perihal perjuangan, demokrasi, serta keadilan memanglah searah dengan Natsir.
Di tahun 1938, ia kemudian bergabung dengan Partai Islam Indonesia, serta diangkat menjadi pimpinan untuk cabang Bandung dari tahun 1940 hingga 1942. Ia juga bekerja dengan posisi sebagai Kepala Biro Pendidikan Bandung hingga 1945. Sepanjang pendudukan Jepang, ia memilih bergabung dengan Majelis Islam A'la Indonesia (Yang kemudian menjadi Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau Masyumi).
Pada tahun 1980,Moh Natsir dianugerahi penghargaan Faisal Award dari Raja Fahd Arab Saudi lewat Yayasan Raja Faisal di Riyadh, Arab Saudi. Ia memperoleh gelar doktor kehormatan dalam bidang politik Islam dari Kampus Islam Libanon pada tahun 1967. Pada tahun 1991, ia kemudian memperoleh dua gelar kehormatan, yakni dalam bidang sastra dari Universitas Kebangsaan Malaysia serta dalam bidang pemikiran Islam dari Universitas Sains Malaysia. Mohammad Natsir wafat pada 6 Februari 1993 di Jakarta, serta dimakamkan satu hari kemudian. Soeharto enggan memberikan gelar pahlawan pada salah satu " bapak bangsa " ini. Kemudian pada masa pemerintahan BJ Habiebie, dia diberi penghargaan Bintang Republik Indonesia Adipradana.
Hikmah yang dapat diambil dari tokoh kemerdekaan Mohammad Natsir adalah kita harus menjadi seorang yang Berani, Jujur, Sederhana, dan bijaksana dalam menjalani hidup. karena kita tidak pernah tahu kapan sifat positif tersebut akan banyak dihargai oranglain karena sifat-sifat tersebut memang dewasa ini sulit untuk dijumpai.
.